Gunadarma University

Gunadarma University
Gunadarma University

Sabtu, 17 Maret 2018

softskil etika bisnis


Etika Pada Pasar Persaingan Sempurna
A.      Pengertian pasar persaingan sempurna
Definisi dari pasar persaingan sempurna adalah suatu pasar dimana jumlah penjual dan pembeli (konsumen) sangat banyak dan produk atau barang yang ditawarkan atau dijual sejenis atau serupa. Contoh barang yang dijual pada bentuk pasar ini adalah beras, gandum, batu bara, kentang, dan lain sebagainya.
Ciri-ciri pasar persaingan sempurna adalah sebagai berikut :
1.         Terdapat banyak penjual untuk barang yang sama
2.         Barang yang dijual bersifat homogen
3.         Penjual tidak dapat mempengaruhi harga
4.          Informasi bersifat sempurna
5.          Kemudahan bagi penjual untuk masuk dan keluar pasar

B.       Bentuk pasar persaingan sempurna memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

1.      Jumlah penjual dan pembeli sangat banyak
2.       Barang atau produk yang diperjual belikan bersifat homogen, atau sejenis, serupa dan mirip antara satu sama lain.
3.       Penjual bersifat pengambil harga (price taker)
4.       Harga barang/produk yang dijual ditentukan oleh mekanisme pasar berupa permintaan dan  penawaran (demand and supply).
5.       Posisi tawar dari pembeli kuat
6.       Susah untuk mendapatkan keuntungan yang besar (di atas rata-rata)
7.       Sensitif terhadap perubahan harga barang/produk yang dijual
8.      Mudah untuk keluar masuk dari pasar.
Pasar persaingan sempurna terjadi ketika jumlah produsen sangat banyak sekali dengan memproduksi produk yang sejenis dan mirip dengan jumlah konsumen yang banyak.
Pada pasar persaingan sempurna terdapat persaingan yang ketat karena setiap penjual dalam satu wilayah menjual barang dagangannya yang sifatnya homogen. Harga pada pasar persaingan sempurna relatif sama dengan para pesaing usaha lainnya. Konsumen tentu akan memilih produsen yang dinilai mampu memberikan kepuasan. Adapun hal yang menjadi faktor kepuasan itu adalah tingkat pelayanan dan fasilitas-fasilitas penunjang.
C.       Sifat-sifat pasar persaingan sempurna :
a.     Mudah untuk masuk dan keluar dari pasar
b.     Sulit memperoleh keuntungan di atas rata-rata
c.      Barang yang dijual sejenis, serupa dan mirip satu sama lain
d.     Jumlah penjual dan pembeli banyak
e.      Posisi tawar konsumen kuat
f. Penjual bersifat pengambil harga
g.     Harga ditentukan mekanisme pasar permintaan dan penawaran

D.      Ada dua etika yang harus di pegang oleh para pelaku pasar agar pasar selalu dalam kondisi ideal dan fairness, yaitu:
1)        Adanya optimasi manfaat barang oleh pembeli dan penjual. Dapat diartikan sebagai pertemuan antara kebutuhan pembeli dengan penawaran barang oleh penjual. Bertemunya dua hal ini, menjadikan barang yang ditransaksikan membawa manfaat, dan menghilangkan kemubadziran dan kesia-siaan.
2)        Pasar harus dalam kondisi ekuiblirium. Teori ekonomi mengenal ekuiblirium sebagai titik pertemuan antara demand dan supply. ekuiblirium diartikan sebagai titik pertemuan persamaan hak antara pembeli dan penjual. Hak yang seperti apa Hak pembeli untuk mendapatkan barang dan hak penjual untuk mendapatkan uang yang sepantasnya dari barang yang dijualnya. Dalam konteks hak ini, kewajiban-kewajiban masing-masing pihak harus terpenuhi terlebih dahulu, kewajiban bagi penjual untuk membuat produk yang berkualitas dan bermanfaat dan bagi pembeli untuk membayar uang yang sepantasnya sebagai pengganti harga barang yang dibelinya.
Etika-etika bisnis harus dipegang dan diaplikasikan secara nyata oleh pelaku pasar. Selain itu, setiap negara telah mempersiapkan SDM yang berkualitas yang siap berkompetisi. Mereka bisa menjalin kemitraan guna meningkatkan jumlah produksi dan memenuhi satu sama lain sehingga konsumen akan tertarik untuk mengkonsumsi produk tersebut.
E.       Etika dan Peran pemerintah dalam Pasar Persaingan Sempurna
1.      Efektif, karena begitu terjadi pelanggaran atas hak dan kepentingan pihak tertentu, pemerintah akan bertindak efektif dan konsekuen untuk membela pihak yang dilanggar& menegakkan keadilan.
2.      Minimal, karena sejauh pasar berfungsi dengan baik dan fair maka pemerintah tidak terlalu banyak ikut campur

F.        Beberapa kendala etika di Pasar Persaingan Sempurna
1.    Mekanisme dan ketentuan pasar, adakalanya tidak mendukung inovasi, meski adakalanya sebaliknya
2.    produk yang cenderung sama, dapat membatasi pilihan konsumen (kebebasan yang berkurang)
3.    Adakalanya muncul biaya sosial sebagai akibat ‘bebas’ nya pelaku usaha dan konsumen dalam mekasimalkan utilinya
4.    Campur tangan pemerintah yang adakalanya mulai berlebihan, sehingga mengganggu mekanisme pasar.
Kasus 1 Kenaikan harga daging
Sebagaimana kita ketahui bahwa beberapa minggu terakhir,kenaikan harga daging sapi melonjak sekitar Rp 90.000,00/kg – Rp 100.000,00/kg terutama diwilayah Jakarta. Hal tersebut menyebabkan para pedagang mogok berjualan. Mantan Menteri Pertanian (Mentan) Bungaran Saragih menilai fenomena kenaikan harga daging sapi yang terjadi beberapa waktu belakangan ini merupakan dampak dari terbatasnya suplai daging. Menurut Bungaran, hal ini erat kaitannya dengan pembatasan kuota impor daging sapi dan minimnya produksi dalam negeri. Sikap mogok jualan ini diakui Ketua Asosiasi Pengusaha dan Pedagang Daging Sapi Seluruh Indonesia (Apdasi) Jawa Barat, Dadang Iskandar karena harga yang sulit untuk dijangkau. Selain itu, pasokan daging sapi potong di rumah potong hewan (RPH) pun semakin menipis. Maka wajar jika dibeberapa pasar tradisional, jarang ditemukan penjual daging sapi potong yang menjajakan dagangannya. Sementara itu, pedagang yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Daging Indonesia mencurigai ada yang memanfaatkan momentum dengan menaikkan harga daging sapi. Kenaikan harga daging menjelang akhir tahun ini dinilai tidak wajar karena harga di beberapa negara lain lebih murah daripada harga daging di Indonesia.
Analisis :
a.       Meminta para pengusaha swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan instansi terkait menyelenggarakan pasar murah sehingga harga-harga kebutuhan pokok bisa terjangkau konsumen, terutama masyarakat kurang mampu atau masyarakat miskin. Misalnya pasar murah daging sapi, daging ayam, telur, gula, minyak goreng, dan berbagai kebutuhan lainnya. Guna menahan laju kenaikan harga saat menjelang hari akhir tahun.
b.      Adanya program Operasi Pasar (OP), sehingga pemerintah daerah dapat melakukan operasi pasar terutama operasi pasar untuk beras jika harga beras melonjak tinggi dan sangat memberatkan konsumen. Ini dilakukan dalam rangka  menangani pengendalian harga pangan pada Bulan Ramadan dan menjelang akhir tahun.
c.       Mengimpor berbagai kebutuhan pokok dari negara lain.
d.      Melakukan pengawasan yang intensif terhadap pergerakan harga-harga barang saat menjelang akhir tahun.
Kesimpulannya: 1. pedagang dapat memutuskan untuk berhenti berjualan sampai kondisi pasar benar-benar stabil. 2. Menghasilkan barang serupa,karena tidak ada perbedaan yang terlalu nampak.3. Terdapat banyak perusahaan di pasar dalam hal ini peternak sapi yang menyalurkan daging sapi.4. Pembeli mempunyai pengetahuan yang sempurna mengenai pasar.   
saran : keadaan ekonomi yang sudah semrawut agar dapat ditata kembali dengan mengelola pengeluaran sesuai kebutuhan.
Kasus 2 Produsen tahu tempe dan kenaikan harga kedelai
Pusat Koperasi Perajin Tahu Tempe Indonesia (Puskopti) Jateng mendesak pemerintah segera merealisasikan pelimpahan kewenangan kepada Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk mengendalikan harga empat komoditas. Beras, gula, jagung, dan kedelai. Realisasi pelimpahan itu sangat penting guna mengendalikan harga kedelai, salah satu komoditas yang saat ini memicu isu hangat, agar tidak terus melonjak tinggi. “Kabarnya saat ini, keputusannya masih menjadi evaluasi tim yang dibentuk pemerintah. Kami berharap agar secepatnya direalisasikan,” ujar Sekretaris Puskopti Jateng Rifai, Selasa (4/9). Dikatakan, prediksi Bank Investasi Goldman Sachs tanggal 10 Aguistus lalu, harga komoditas kedelai masih akan melambung tinggi. Diprediksi harga kedelai akan mencapai angka Rp 8.700 di tingkat pengecer, dan Rp 8.400 di tingkat distributor. Harga normal di kisaran Rp 5.000 – Rp 6.000.Ketua Puskopti Jateng Sutrisno Supriyantoro mengatakan, melambungnya harga kedelai akan menjadi salah satu isu penting yang akan dibahas dalam rapat kerja Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) tahun ini.
Dari contoh kasus di atas, produsen tahu tempe termasuk dalam ciri-ciri pasar persaingan sempurna yaitu terdiri dari banyak penjual dan banyak pembeli, bahkan penjual tergabung dalam Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo), setiap perusahaan mudah keluar atau masuk pasar.
analisis :
a.       Meminta para pengusaha swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan instansi terkait menyelenggarakan pasar murah sehingga harga-harga kebutuhan pokok bisa terjangkau konsumen, terutama masyarakat kurang mampu atau masyarakat miskin. Misalnya pasar murah daging sapi, daging ayam, telur, gula, minyak goreng, dan berbagai kebutuhan lainnya. Guna menahan laju kenaikan harga saat menjelang hari akhir tahun.
b.      Adanya program Operasi Pasar (OP), sehingga pemerintah daerah dapat melakukan operasi pasar terutama operasi pasar untuk beras jika harga beras melonjak tinggi dan sangat memberatkan konsumen. Ini dilakukan dalam rangka  menangani pengendalian harga pangan pada Bulan Ramadan dan menjelang akhir tahun.
c.       Mengimpor berbagai kebutuhan pokok dari negara lain.
Melakukan pengawasan yang intensif terhadap pergerakan harga-harga barang saat menjelang akhir tahun.
Kesimpulanya
1.    Pedagang dapat memutuskan untuk berhenti berjualan sampai kondisi pasar benar-benar stabil.
2.    Menghasilkan barang serupa,karena tidak ada perbedaan yang terlalu nampak.
3.  Terdapat banyak perusahaan di pasar dalam hal ini produsen tahu tempe dan penjual kedelai.
4.  Pembeli mempunyai pengetahuan yang sempurna mengenai pasar. Dalam kasus ini pembeli sudah mengetahui terjadinya kenaikan harga kedelai melalui informasi dari media dan meningkatnya harga tahu dan tempe. Sehingga, mereka cenderung mengurangi konsumsi tahu dan tempe dan kurangnya permintaan pasar. Menyebabkan keuntungan yang diperoleh oleh penjual menjadi berkurang dan pendapatan mereka relatif sama.
Saran :
1. Setelah terjadi kenaikan harga kedelai, pengusaha tempe di Kelurahan Semper, Jakarta Utara dan pengusaha tempe lainnya sebaiknya melakukan adaptasi atau strategi seperti mengurangi jumlah  penggunaan bahan baku kedelai atau melakukan diversifikasi ukuran tempe  agar pengusaha tempe dapat terus  melangsungkan usahanya dan tidak  mengalami kerugian.
2. Dalam jangka panjang, pemerintah juga  harus memberikan subsidi kedelai terutama kepada Primer Koperasi  Produsen Tahu Tempe Indonesia dan mendorong peningkatan produksi kedelai dalam negeri untuk menekan  ketergantungan Indonesia terhadap kedelai impor.
Kasus 3: Harga Telur Melonjak, Pedagang Palmerah Minta Operasi Pasar
Harga telur di Jakarta mengalami lonjakan yang cukup tinggi pada awal Februari ini. Tak berbeda, harga beras juga terus merangkak naik. Sedangkan untuk harga sayuran cenderung stabil. 
Sriah (52), salah satu pedagang sayur di Pasar Palmerah, Jakarta Selatan, menyatakan bahwa harga sayur mayur cenderung stabil di akhir pekan ini. Harga cabai, kentang, bawang merah dan bawang putih tak mengalami lonjakan. 
Berbeda, harga telur mengalami lonjakan yang cukup tinggi. Sriah bercerita, di pekan lalu harga telur masih berada di kisaran Rp 18 ribu per kilogram (kg). Namun pada akhir pekan ini harga telur naik Rp 8.000 per kg menjadi Rp 26 ribu per kg.
Senada, Tumiyem (56), pedagang sayur di Pasar Palmerah, juga mengatakan hal yang sama. Harga telur terus mengalami lonjakan dari semula di antara RP 18 ribu per kg hingga Rp 20 ribu per kg menjadi Rp 26 ribu per kg. 
Selain telur, harga beras juga naik. Namun kenaikan harga beras tidak setinggi telur. Harga beras untuk jenis medium di kisaran Rp 14 ribu per kg. "Kenaikan harga beras hanya sekitar Rp 1.000-Rp 2.000 saja," kata dia di Pasar Palmerah, Jumat (2/2/2018). 
Tumiyem mengeluhkan omzet jualannya terus mengalami penurunan karena jumlah pengunjung di pasar Palmerah terus mengalami penurunan terhitung sejak Lebaran tahun lalu.
Ia menduga kemungkinan besar penurunan jumlah pengunjung tersebut karena harga-harga pangan cenderung tinggi dan sulit untuk turun. 
"Mungkin ekonominya lagi turun," Tumiyem menduga. 
Tumiyem pun meminta kepada pemerintah terutama Bulog agar aktif melakukan operasi pasar. Adanya operasi pasar bisa menekan kenaikan harga pangan terutama beras dan telur. 
Ditanya mengenai harapan mengenai harga pangan ke depan, Tumiyem menutupnya dengan jelas.
"Yah sedang-sedang sajalah, biar bisa menjangkau semua kalangan. Kalau terlalu murah kasihan petani, begitu pun dengan konsumen kalau terlalu mahal bikin susah," kata dia.
Analisis:
a.       Meminta para pengusaha swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan instansi terkait menyelenggarakan pasar murah sehingga harga-harga kebutuhan pokok bisa terjangkau konsumen, terutama masyarakat kurang mampu atau masyarakat miskin. Misalnya pasar murah daging sapi, daging ayam, telur, gula, minyak goreng, dan berbagai kebutuhan lainnya. Guna menahan laju kenaikan harga saat menjelang hari akhir tahun.
b.      Adanya program Operasi Pasar (OP), sehingga pemerintah daerah dapat melakukan operasi pasar terutama operasi pasar untuk beras jika harga beras melonjak tinggi dan sangat memberatkan konsumen. Ini dilakukan dalam rangka  menangani pengendalian harga pangan pada Bulan Ramadan dan menjelang akhir tahun.
c.       Mengimpor berbagai kebutuhan pokok dari negara lain.
Melakukan pengawasan yang intensif terhadap pergerakan harga-harga barang saat menjelang akhir tahun.
Kesimpulannya: 1. pedagang dapat memutuskan untuk berhenti berjualan sampai kondisi pasar benar-benar stabil. 2. Menghasilkan barang serupa,karena tidak ada perbedaan yang terlalu nampak.3. Terdapat banyak perusahaan di pasar dalam hal ini peternak sapi yang menyalurkan daging sapi.4. Pembeli mempunyai pengetahuan yang sempurna mengenai pasar.
Saran : membuka operasi pasar murah, dengan waktu yang ditentukan





DAFTAR PUSTAKA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar