Gunadarma University

Gunadarma University
Gunadarma University

Minggu, 02 Desember 2018

MANAJEMEN PEMASARAN GLOBAL#

MANAJEMEN PEMASARAN GLOBAL

Latihan 3
1. Jelaskan perkembangan ekonomi dan perdagangan internasional?
· Perkembangan Ekonomi
Perkembangan ekonomi adalah proses perkembangan berupa kenaikan dalam jangka panjang dari satu negara (misalnya) atau perusahaan (misalnya) untuk menyediakan banyak barang yang mendukung perkembangan ekonomi yang disesuaikan dengan tingkat kebutuhan.

· Perdagangan Internasional
Perdagangan internasional adalah suatu interaksi antar negara dalam bentuk jual-beli barang maupun jasa atas dasar kesepakatan bersama. Kerjasama internasional di bidang perdagangan bukanlah hal yang baru saja dimulai, namun sudah ada sejak abad pertengahan.

2. Contoh kasus dan solusi mengenai perekonomian Indonesia?

  • Kasus 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus melemah, meski Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin menjadi 4,5 persen. Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) nilai tukar rupiah pada Senin (21/5) berada di posisi Rp 14.176 per dolar AS.
Gubernur BI Agus Martowardojo menilai kebijakan moneter yang diambil sudah tepat. "Kita melihat sekarang ini dengan menaikkan 25 basis poin dan didukung oleh bauran kebijakan yang lain, ini konsisten untuk menjaga stabilitas sistem keuangan Indonesia di tengah situasi dunia yang sedang penuh ketidakpastian. Namun, tentu kita tidak bisa lepas dari kondisi nilai tukar terhadap mata uang dunia lainnya, khususnya dengan dolar AS," ujar Agus di kantor Kemenkeu pada Senin (21/5).
Agus menjelaskan, pelemahan rupiah diakibatkan tekanan eksternal, terutama kebijakan yang diambil oleh Amerika Serikat (AS). Hal itu pun memberikan sentimen positif pada dolar AS dan menyebabkan mata uang negara lain melemah. Kondisi itu tak hanya berdampak pada rupiah, tetapi juga mata uang negara lain.
Agus juga menampik kondisi pelemahan rupiah serupa dengan kondisi ketika terjadi krisis pada 1998 maupun 2008. Ia mengaku, kondisi sistem keuangan Indonesia sudah lebih baik. "Lihat dari cadangan devisa, lihat dari bahwa sekarang sudah ada perbankan yang sehat, yang punya permodalan 22 persen lebih, NPL di bawah tiga persen, kita juga lihat sudah ada Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang menjamin deposit. Kalau seandainya mau dibandingkan dengan kondisi 10 atau 20 tahun yang lalu, kondisi kita sekarang baik dan tidak perlu dikhawatirkan," ujar Agus.
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudistira mengatakan, pelemahan kurs pekan ini bisa sampai ke level Rp 14.300 per dolar AS
Bhima menambahkan, pemerintah bisa melakukan bauran kebijakan antara stimulus fiskal dan moneter.
Dari sisi fiskal, kinerja ekspor memang perlu didorong melalui berbagai insentif seperti tax holiday bagi perusahaan yang berorientasi ekspor. Sementara itu, dari sisi moneter bisa diterbitkan aturan tentang kewajiban devisa hasil ekspor ditahan di bank dalam negeri dalam kurun waktu minimal 6-9 bulan seperti yang dilakukan Thailand.
Karena cukup mendesak, lanjutnya, bentuk paling tepat adalah Perppu UU No 24/1999 tentang Lalu Lintas Devisa dan Sistem Nilai Tukar. "Sejak awal tahun Thailand berhasil mengalami apresiasi 1,6 persen (YTD)," ungkapnya.
Menurut Bhima, langkah jangka pendek selain menaikkan suku bunga acuan adalah bunga kupon surat utang pemerintah untuk menahan keluarnya dana asing. Beberapa seri surat utang tidak laku karena kuponnya kecil. Jika dinaikkan, investor masih melihat SBN instrumen yang menarik.
Di sisi lain, efek kenaikan bunga acuan BI bisa berdampak ke naiknya bunga kredit perbankan dalam 2-3 bulan ke depan. Rata-rata bunga kredit 11,20 persen per Maret 2018. Jika BI 7-days Reserve Repo Rate naik 25 bps, bunga kredit bisa naik jadi 11,45 persen. "Selain itu, tidak menutup kemungkinan BI akan naikkan bunga acuan hingga 50 bps pada tahun ini," ujarnya.

  • Solusi : 

a. Tidak Mengimpor Barang dari Negara yang Sedang Mengalami Inflasi
b. Menetapkan Harga Maksimum
c. menarik pulang devis hasil ekspor yang sekarang masih banyak parkir di bank-bank luar negeridengan cara misalnya membebaskan pajak bunga deposito hasil ekspor tersebut.

Referensi :
https://www.sepengetahuan.co.id/2017/02/pengertian-perkembangan-ekonomi-dan-penjelasannya-lengkap.html
https://www.maxmanroe.com/pengertian-perdagangan-internasional.html
https://m.republika.co.id/berita/ekonomi/keuangan/18/05/22/p93vs7377-rupiah-terus-melemah-bi-kebijakan-moneter-sudah-tepat

TUGAS 3

1. Jelaskan perkembangan Manajemen Keuangan dan Manajemen Keuangan Internasional?
Perkembangan Peranan Manajemen Keuangan
Manajemen keuangan memiliki peran dalam kehidupan perusahaan ditentukan oleh perkembangan ekonomi kapitalisme. Pada awal lahirnya kapitalisme sebagai system ekonomi pada abad 18, manajemen keuangan hanya membahas topic rugi-laba. Selanjutnya berturut-turut ia memiliki peranan antara lain sebagai berikut :
1)      Tahun 1900 awal : Penerbit surat berharga
2)      Tahun 1930 – 1940 : kebangkrutan, reorganisasi
3)      Tahun 1940 – 1950 : anggaran & internal audit
4)      Tahun 1950 – 1970 : eksternal perusahaan
5)      Tahun 1970 – 1980 : inflasi
6)      Tahun 1980 – 1990 : krisis ekonomi keuangan
7)      Tahun 1990 – sekarang : globalisasi

Perkembangan manajemen keuangan sangat dipengaruhi oleh berbagai factor antara lain kebijakan moneter, kebijakan pajak, kondisi ekonomi, kondisi social, dan kondisi politik. Kebijakan moneter berhubungan dengan tingkat suku bunga dan inflasi. Khususnya inflasi mempunyai dampak langsung terhadap manajemen keuangan antara lain masalah :
1)      Masalah akuntasi
2)      Kesulitan perencanan
3)      Permintaan terhadap modal
4)      Suku bunga
5)      Harga obligasi menurun
Kondisi ekonomi juga mempunyai dampak lansung terhadap manajemen keuangan antar alin masalah:
1)      Persaingan internasional
2)      Keuangan internasional
3)      Kurs pertukaran yang berfluktuasi
4)      Marger, pengambilalihan, dan restrukturisasi
5)      Inovasi keuangan dan rekayasa keuangan

·         Manajemen Keuangan Internasional
Manajemen keuangan internasional ialah perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian Keuangan Perusahaan Multinasional (Multinational Corporation yang lazim disebut MNC). Perusahaan multinasional ialah perusahaan yang beroperasi di seluruh dunia. Mereka adalah perusahaan-perusahaan besar yang dimiliki oleh kaum kapitalis global yang pusatnya di Kanada, Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Italia, Perancis, dan Inggris. Perusahaan-perusahaan itu lazim disebut konglomerat global atau kapitalis global. Mereka tidak mengenal negara, bangsa, tanah air, dalam mengembangkan kapitalnya. Dewasa ini perusahaan-perusahaan tersebut menguasai ekonomi dunia, dan menguasai ekonomi negara-negara sedang berkembang di Afrika, Asia, dan Amerika Latin. Tujuan mereka yang utama adalah mencari keuntungan.
Keuangan internasional penting bagi: (1) ekspansi perusahaan multinasional (MultiNational Corporation atau MNC) ke Negara-negara sedang berkembang (NSB), (2) ekspansi ideology globalisasi, dan (3) perdagangan internasiolan (Ekspor-impor). Para pemikir ekonomi liberal menyatakan bahwa ekspansi MNC ke negara-negara sedang berkembang merupakan lokomotif pembangunan di NSB, oleh sebab itu kehadirannya sangat diharapkan. Untuk menyakinkan rakyat di negara-negara yang sedang berkembang bahwa MNC itu penting, dipromosikan ideoloi globalisme, tanpa MNC tidak akan ada pembangunan di negara-negara sedang berkembang karena mereka kukurangan modal, ilmu, teknologi, dan tenaga ahli.
Secara rasional, ekspansi MNC ke NSB disebabkan karena: (1) investasi jenuh di negara-negara MNC, (2) di NSB sumber daya alam melimpah, (3) di NSB tenaga kerja murah, (4) di NSB kapitalis-birokrat tumbuh subur, (5) di NSB kapitalis komprador sangat loyal kepada MNC, (6) di NSB pasar potensial bagi kapitalis global, (7) di NSB system perpajakan fleksibel, (8) di NSB kebijakan bea-cukai (pelabuhan) fleksibel, (9) di NSB Undang-undang Perburuhan memihak kapitalis, (10) di NSB pemerintahnya memberi jaminan keamanan investasi, (11) di NSB memberi kebebasan transfer modal dan laba bagi kapitalis global, (12) di NSB system perbankan fleksibel.
Manajemen keuangan internasional meliputi aktivitas: (1) aliran financial, yaitu arus masuk modal dan pinjaman, (2) aliran riil, yaitu arus masuk barang dagangan barang (bahan baku, barang setengah jadi, dan barang jadi, (3) aliran budaya, yaitu arus masuk ilmu pengetahuan, teknologi, dan pola pikir dan perilaku. Hakikatnya manajemen keuangan internasional adalah eksport capital, budaya, dan barang dagangan dari negara-negara kapitalis maju ke negara-negara sedang berkembang.
Bagi Negara sedang berkembang (NSB) hadirnya MNC adalah merupakan bentuk “kolonisasi modern” yang dibawa oleh proses globalisasi. Banyak cendekiawan berinisiatif melawannya. Mereka mengatakan bahwa globalisasi adalah rekayasa manusia MNC untuk menguasai ekonomi, sosial, politik, dan budaya (pendidikan) negara-negara sedang berkembang. Namun, dibalik itu semua ada setitik keuntungan yaitu: (1) dapat memanfaatkan keunggulan komparatif, (2) transfer ilmu pengetahuan dan teknologi. Risiko yang dihadapi NSB adalah: (1) ketidakpastian nilai tukar valuta asing, karena nilai mata uang dapat dipermainkan oleh kapitalis global, (2) risiko negara (country risk) yang tinggi, MNC dapat menguasai politik NSB karena ekonominya telah dihegemoni dan di dominasi.
Bagaimanapun juga, manajemen keuangan internasional itu penting dipelajari karena dapat: (1) membantu manajer keuangan dalam memprediksi kejadian-kejadian internasional dan dampak kejadian-kejadian internasional terhadap keputusan keuangan perusahaan, (2) mengetahui siklus ekonomi dunia (tumbuh, krisi, recovery), (3) mengetahui kelebihan MNC dalam memberdayakan NSB sehingga NSB tergantung kepadanya, (4) mengetahui moral bangsa (patriot, kapitalis birokrat, kapitalis komprador), (5) memahami karakter MNC yang hanya berorientasi mencari keuntungan tanpa peduli nasib banyak rakyat yang dikuasainya, (6) mengetahui aliran dana dari negara maju ke NSB dan dari NSB ke negara maju
Sumber:
http://ryzkamelia.blogspot.com/2013/05/perkembangan-manajemen-keuangan.html
http://ageng-juliant.blogspot.com/2015/07/perkembangan-manajemen-keuangan.html

2. Jelaskan perkembangan Sistem Informasi Global dan Riset Pemasaran?
Riset pemasaran
Sistem Informasi Geografis (SIG atau singkatan bahasa Inggrisnya GIS – Geographic Information System) adalah sistem informasi khusus yang mengelola data yang memiliki informasi spasial (bereferensi keruangan). Atau dalam arti yang lebih sempit, adalah sistem komputer yang memiliki kemampuan untuk membangun, menyimpan, mengelola dan menampilkan informasi berefrensi geografis, misalnya data yang diidentifikasi menurut lokasinya, dalam sebuah database. Para praktisi juga memasukkan orang yang membangun dan mengoperasikannya dan data sebagai bagian dari sistem ini.
Perkembangan sistem informasi
Ada empat tahapan yang dilalui dalam perkembangan komunikasi dan informasi,diantaranya dapat kami jabarkan dibawah ini.
1)      Periode pertama : Pra Mekanik
Pada periode ini, komunikasi menggunakan simbol untuk menyampaikan informasi. Pada tahun 3000-2000 sebelum masehi, manusia menggunakan gambar juga untuk menyampaikan pesan. Contohnya adalah bangsa Fenisia yang mendiami Timur Tengah (saat ini Lebanon) menciptakan model yang sama. Bangsa Yunani Kuno mengadaptasi simbol milik bangsa Fenisia dengan menambahkan huruf vokal yang membuatnya mudah digunakan. Bangsa Romawi Kuno kemudian memakainya juga, yang mana saat ini menjadi alfabet yang kita kenal dan gunakan saat ini. Pembuatan buku dari papirus yang dilekatkan dimulai pada tahun 600 sebelum masehi. Pada awalnya hanya pemuka agama dan pemimpin yang memiliki koleksi buku. Setelah itu ada  bangsa Mesir Kuno yang menciptakan sistem angka, sehingga juga mengarahkan pada penemuan alat bantu hitung yang disebut abakus.
2)      Periode kedua : Mekanik
Masa ini termasuk dalam masa abad pertengahan. Dimana orang sudah menggunakan peralatan untuk menyimpan, mengolah dan merekam informasi. Salah satu penemuan terpenting dalam masa ini adalah mesin cetak Gutenburg dari Jerman. Penyampaian informasi menjadi lebih mudah dikarenakan mesin cetak dapat memproduksi tulisan yang sama dalam jumlah besar. Pada tahun 1600, komputer atau mesin hitung pertama kali diciptakan oleh Blaise Pascal. Komputer ini disebut sebagai Pascaline dan dianggap sebagai titik awal mesin menggantikan otak manusia dalam menghitung data.
3)      Periode ketiga : Elektromekanik
Pada masa ini, penggunaan listrik untuk memberikan energi untuk menjalankan penemuan mesin sesudah Pascaline terus ditemukan. Pada periode ini pula diciptakan telepon dan kode Morse untuk digunakan dalam komunikasi jarak jauh secara langsung. Kemudian diperkenalkan komputer pertama yang digunakan untuk menyimpan program dan data pada awal 1948. Komputer tersebut adalah Dubbed Manchester Mark 1. Komputer ini adalah awal penemuan teknologi selanjutnya yang sekarang menjadi komputer, laptop, tablet dan smartphone.

4)      Periode keempat: Elektronik
Jean Hoerni mengembangkan transistor planar pada tahun 1957. Alat ini dapat mengintegrasikan semua sirkuit yang diciptakan tahun-tahun selanjutnya. Pada tahun 1960, Departemen Pertahanan Amerika Serikat mendirikan ARPANET (Advanced Research Project Agency  NETwork) yang mana ini adalah cikal bakal dari Internet yang anda gunakan sekarang ini. Pada saat itu ARPANET hanya digunakan untuk pemerintah, penelitian dan universitas. Peneliti dari MIT yang bernama Licklider memperluas ARPANET ke jaringan komputer di seluruh dunia untuk interaksi sosial. Ini terjadi pada tahun 1962. Pada tahun 1968, Andrew Grove, Gordon Moore dan Robert Noyce telah menciptakan mikrochip pertama kalinya. Mereka lalu menjual rancangan tersebut kepada intel untuk diproduksi secara massal.
https://www.google.co.id/amp/s/rakahikmah46.wordpress.com/2017/05/10/sistem-informasi-global/amp/
http://kenalmanajemen.blogspot.com/2013/01/riset-pemasaran.html

Jumat, 26 Oktober 2018

Manaj. Pemasaran Global #


1.     TUGAS

Daihatsu dan Toyota Kolaborasi Mobil LCGC

JAKARTA, (PR).- Dua produsen otomotif raksasa asal Jepang, Daihatsu Motor Corporation Ltd (DMC) dan Toyota Motor Corporation (TMC) serta PT Astra International Tbk. Sebagai partnernya di Indonesia, secara resmi mengumumkan program kolaborasi untuk pembuatan mobil low cost green car (LCGC) di Indonesia.

Pengumuman kesiapan kedua Agen Pemegang Merek (APM) ini diumumkan di Jakarta, Rabu (19/9). Presiden DMC Koichi Ina, Executive VP TMC Yukitoshi Funo, Presdir PT Astra Internasional Tbk. Prijono Sugiarto, Presdir PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Sudirman MR, dan Presdir PT Toyota Astra Motor (TAM) Johnny Darmawan.

Rencananya, mobil hasil kolaborasi itu dinamakan Astra Daihatsu Ayla dan Astra Toyota Agya. Mobil ini akan dipasarkan setelah kebijakan LCGC dikeluarkan pemerintah, serta diperkirakan diproduksi dan dipasarkan pada 2013.

Presdir PT Astra Internasional Prijono Sugiarto mengatakan, ini merupakan kebanggaan untuk Indonesia. Sebab, untuk pertama kalinya produk ini menyandang nama Astra. Kebanggaan lainnya, mobil kolaborasi itu dirancang Mark Widjaja, putra Indonesia yang bekerja di PT ADM. Selaih itu, mobil ini sudah memiliki kandungan lokal 84 persen. “Itu angka fenomena,”kata Prijono.

Dikatakan, mobil itu dibuat sebagai upaya untuk mendukung program pemerintah untuk memproduksi low cost green car (LCGC). Program yang digagas Kementerian Perindustrian sejak 2009 itu memang belum direalisasikan, namun Astra beserta Toyota dan Daihatsu meyakini, pemerintah akan merealisasikannya.

Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, tidak lama lagi regulasi LCGC akan segerct diterbitkan, karena produk dari Astra, Toyota dan Daihatsu ini siap untuk diluncurkan dalam waktudekat.


2.     Perkembangan Industri di Indonesia


A. Perkembangan Industri di Indonesia.

            Industri adalah kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah, bahan baku, bahan setengah jadi atau barang jadi menjadi barang yang bermutu tinggi dalam penggunaannya. Dengan demikian, industri merupakan bagiaan dari proses produksi. Bahan-bahan industry diambil secara langsung maupun tidak langsung, kemudian diolah sehingga menghasilkan barang yang bernilai lebih bagi masyarakat. Kegiatan proses produksi dalam industry itu disebut dengan peridustrian. Industry (perindustrian) di Indonesia merupakan salah satu komponen perekonomian yang penting. Perindustrian memungkinkan perekonomian kita berkembang pesat dan semakin baik, sehingga membawa perubahan dalam struktur perekonomian nasional. 

     industrialisasi adalah suatu proses perubahan sosial Ekonomi yang mengubah sistem pencaharian masyarakat agraris menjadi masyarakat Industri. Industrialisasi juga bisa diartikan sebagai suatu keadaan dimana masyarakat berfokus pada ekonomi yang meliputi pekerjaan yang semakin beragam (spesialisasi), gaji dan penghasilan yang semakin tinggi. Industrialisasi adalah bagian dari proses modernisasi dimana perubahan sosial dan perkembangan ekonomi erat hubungannya dengan inovasi Teknologi.



B. Masalah Keterbelakangan Industrialisasi di Indonesia.

            Keadaan sektor industri selama tahun 1950-an dan 1960-an pada umumnya tidak menggembirakan karena iklim politik pada waktu yang tidak menentu. Kebijakan perindustrian selama awal tahun 1960-an mencerminkan filsafat proteksionalisme dan eatisme yang ekstrim, dengan akibat kemacetan produksi. Sehingga produksi sektor industri praktis tidak berkembang (stagnasi). Selain itu juga disebabkan karena kelangkaan modal dan tenaga kerja ahli yang memadai.

            Perkembangan sektor industri mengalami kemajuan yang cukup mengesankan pada masa PJP I, hal ini dapat dilihat dari jumlah usaha, tenaga kerja yang di serap, nilai keluaran yang dihasilkan, sumbangan devisa dan kontribusi pembentukan PDB, serta pertumbuhannya sampai terjadinya krisis ekonomi di Indonesia.

faktor-faktor pembangkit industry di Indonesia antara lain
·      Struktur organisasi
            Dilakukan inovasi dalam jaringan institusi pemerintah dan swasta yang melakukan impor . Sebagai pihak yang membawa,mengubah, mengembangkan dan menyebarluaskan teknologi.
·      Ideologi
            Perlu sikap dalam menentukan pilihan untuk mengembangkan suatu teknologi apakah menganut tecno-nasionalism,techno-globalism, atau techno-hybrids.
·      Kepemimpinan
            Pemimpin dan elit politik Indonesia harus tegas dan cermat dalam mengambil keputusan. Hal ini dimaksudkan untuk mengembalikan kepercayaan pasar dalam negeri maupun luar negeri

Faktor-Faktor yang dapat menghambat perkembangan perindustrian adalah:
Ø Keterbatasan teknologi
            Kurangnya perluasan dan penelitian dalam bidang teknologi menghambat efektivitas dan kemampuan produksi.
Ø Kualitas sumber daya manusia
            Terbatasnya tenaga profesional di Indonesia menjadi penghambat untuk mendapatkan dan mengoperasikan alat alat dengan teknologi terbaru.
Ø Keterbatasan dana pemerintah
            Terbatasnya dana pengembangan teknologi oleh pemerintah untuk mengembangkan infrastruktur dalam bidang riset dan teknologi.

C. Kebijakan Industrialisasi.
            Pemerintahan orde baru melakukan perubahan-perubahan besar dalam kebijakan perindustrian. Ada tiga aspek kebijakan ekonomi orde baru yang menumbuhkan iklim lebih baik bagi pertumbuhan sektor industri. Ketiga aspek tersebut adalah:
1.      Dirombaknya sistem devisa. Sehingga transaksi luar negeri menjadi lebih bebas dan lebih sederhana.
2.      Dikuranginya fasilitas-fasilitas khusus yang hanya disediakan bagi perusahaan Negara, dan kebijaksanaan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan sektor swasta bersama-sama dengan sektor BUMN.
3.      Diberlakukannya undang-undang penanaman modal asing (PMA).
            Dalam implementasinya ada empat argumentasi basis teori yang melandasi suatu kebijakan industrialisasi, yaitu :
v  Keunggulan komperatif
            Negara-negara yang menganut basis teori keunggulan komperatif (comparative advantage) akan mengembangkan sub sektor atau jenis-jenis industri yang memiliki keunggulan komparatif baginya.



v  Keterkaitan industrial
            Negara-negara yang bertolak dari keterkaitan industrial (industrial linkage) akan lebih mengutamakan pengembangan bidang-bidang kegiatan atau sektor-sektor ekonomi lain.
v  Penciptaan kesempatan kerja
            Negara yang industrialisasinya dilandasi argumentasi penciptaan lapangan kerja (employment creator) niscaya akan lebih memprioritaskan pengembangan industri-industri yang paling banyak tenaga kerja. Jenis industri yang dimajukan bertumpu pada industri-industri padat karya dan indsutri-industri kecil.
v  Loncatan teknologi
            Negara-Negara yang menganut argumentasi loncatan teknologi (teknologi jump) percaya bahwa industri-industri yang menggunakan tehnologi tinggi (hitech) akan memberikan nilai tambah yang sangat baik, diiringi dengan kemajuan bagi teknologi bagi industri-industri dan sektor lain.

D. Peranan Sektor Industri Indonesia .
            Sektor industri merupakan sektor utama dalam perekonomian Indonesia setelah sektor pertanian. Sektor ini sebagai penyumbang terbesar dalam pembentukan PDB Indonesia sampai tahun 1999. Bahkan sejak tahun 1991 peran sektor industri mampu menjadi sektor utama dengan mengalahkan sektor pertanian.

Di Indonesia industri dibagi menjadi empat kelompok,berdasarkan tenaga kerja yang terlibat :
1.      Industri rumah tangga
Industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja berjumlah antara 1-4 orang.
2.      Industri Kecil       
Industri yang menggunakan tenaga kerja kurang dari 10 orang, misalnya industry rumah tangga.
3.      Industri Menengah
Industri yang menggunakan tenaga kerja antara 5-10 orang. Modal usahanya sudah besar, misalnya dalam bentuk CV dan PT.
4.      Industri Besar
Industri yang menggunakan lebih dari 50 orang, dan antara pemimpin perusahaan dan karyawannya tidak saling mengenal. Modal usaha jauh lebih besar dan penjualan hasil produksinyapun lebih luas.

            Perindustrian di Indonesia telah berkembang pesat. Namun perindustrian yang telah maju tersebut tampaknya malah menjadi malapetaka bagi sektor pertanian. Dengan semakin banyaknya pabrik yang berdiri di setiap daerah bahkan daerah pedesaan telah menggusur lahan-lahan pertanian produktif yang jika tetap digunakan dapat menghasilkan komoditas pertanian yang unggul. Selain itu hujan asam yang timbul akibat adanya pencemaran dari gas-gas beracun yang tersebar di udara oleh pabrik-pabrik tersebut dapat merusak tanaman dan tanah sehingga hasil yang didapat sangat tidak bagus bahkan kurang baik jika dikonsumsi oleh manusia.


E. Dampak Industrialisasi di Indonesia.

Berikut ada beberapa dampak positif dari pembangunan industri:
a.    Menambah penghasilan penduduk.
b.    Menghasilkan aneka barang.
c.    Memperluas lapangan pekerjaan.
d.   Mengurangi ketergantungan dengan negara lain.
e.    Memperbesar kegunaan bahan mentah.
f.     Bertambahnya devisa negara.

Berikut dampak negatif dari pembangunan industri:
a.    Terjadinya arus urbanisasi.
b.    Terjadinya pencemaran lingkungan.
c.    Adanya sifat konsumerisme.
d.   Lahan pertanian semakin kurang.
e.    Cara hidup masyarakat berubah.
f.     Limbah industri menyebabkan polusi tanah.
g.    Terjadinya peralihan mata pencaharian.


PT. INDOFOOD (INDOMIE)

1.      PENDAHULUAN
       Indomie adalah merek produk mi instan dari Indonesia. Di Indonesia, Indomie diproduksi oleh PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Selain dipasarkan di Indonesia, Indomie juga dipasarkan secara cukup luas di manca negara, antara lain di Amerika Serikat, Australia, berbagai negara Asia dan Afrika serta negara-negara Eropa, hal ini menjadikan Indomie sebagai salah satu produk Indonesia yang mampu menembuspasar internasional . Di Indonesia sendiri, sebutan "Indomie" sudah umum dijadikan istilah generik yang merujuk kepada mi instan.Namun pemasaran Indomie ke luar negeri bukannya tanpa masalah, di Taiwan sempat terjadi masalah ketika produk Indomie ditarik dari pasaran, berikut ini penjelasannya “Pihak berwenang Taiwan pada tanggal 7 Oktober 2010 mengumumkan bahwa Indomie yang dijual di negeri mereka mengandung dua bahan pengawet yang terlarang, sehingga dilakukan penarikan semua produk mi instan "Indomie" dari pasaran Taiwan. Selain di Taiwan, dua jaringan supermarket terkemuka di Hong Kong untuk sementara waktu juga tidak menjual mi instan Indomie.

2.      PERMASALAHAN
       Berdasarkan pendahuluan di atas ada dua sudut pandang yang muncul, yaitu:
a.     PT. Indofood Sukses Makmur,Tbk Melakukan Pelanggaran Etika Bisnis
      Karena pada produk indomie yang diproduksi oleh perusahaan mengandung dua zat berbahaya yaitu methyl parahydroxybenzoate dan benzoic acid (asam benzoat) dimana dua zat tersebut seharusnya hanya untuk kosmetik bukan untuk makanan. Perusahaan telah melanggar prinsip etika dalam berbisnis yaitu prinsip keadilan, dan prinsip saling menguntungkan, dimana perusahaan hanya mementingkan keuntungan semata tanpa memikirkan para konsumen yang mengonsumsi mie instan yang mengandung zat berbahaya.

b.     PT. Indofood Sukses Makmur,Tbk Tidak Melakukan Pelanggaran Etika Bisnis
      Kasus Indomie yang mendapat larangan untuk beredar di Taiwan karena disebut mengandung bahan pengawet yang berbahaya bagi manusia dan ditarik dari peredaran. Zat yang terkandung dalam Indomie adalah methyl parahydroxybenzoate dan benzoic acid (asam benzoat). Kedua zat tersebut biasanya hanya boleh digunakan untuk membuat kosmetik, dan pada Jumat (08/10/2010) pihak Taiwan telah memutuskan untuk menarik semua jenis produk Indomie dari peredaran.
      Tanggal 9 Juni 2010, Food and Drugs Administration (FDA) Taiwan melayangkan surat teguran kepada Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taiwan karena produk tersebut tidak sesuai dengan persyaratan FDA. Dalam surat itu juga dicantumkan tanggal pemeriksaan indomie dari Januari-20 Mei 2010 terdapat bahan pengawet yang tidak diizinkan di Taiwan di bumbu Indomie goreng dan saus barberque.
      Kasus Indomie kini mendapat perhatian Anggota DPR dan Komisi IX akan segera memanggil Kepala BPOM Kustantinah. "Kita akan mengundang BPOM untuk menjelaskan masalah terkait produk Indomie itu, secepatnya kalau bisa hari Kamis ini," kata Ketua Komisi IX DPR, Ribka Tjiptaning, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (12/10/2010). Komisi IX DPR akan meminta keterangan tentang kasus Indomie ini bisa terjadi, apalagi pihak negara luar yang mengetahui terlebih dahulu akan adanya zat berbahaya yang terkandung di dalam produk Indomie.
      A Dessy Ratnaningtyas, seorang praktisi kosmetik menjelaskan, dua zat yang terkandung didalam Indomie yaitu methyl parahydroxybenzoate dan benzoic acid (asam benzoat) adalah bahan pengawet yang membuat produk tidak cepat membusuk dan tahan lama. Zat berbahaya ini umumnya dikenal dengan nama nipagin. Dalam pemakaian untuk produk kosmetik sendiri pemakaian nipaginini dibatasi maksimal 0,15%.Ketua BPOM Kustantinah juga membenarkan tentang adanya zat berbahaya bagi manusia dalam kasus Indomie ini.
      Kustantinah menjelaskan bahwa benar Indomie mengandung nipagin, yang juga berada di dalam kecap dalam kemasam mie instan tersebut. tetapi kadar kimia yang ada dalam Indomie masih dalam batas wajar dan aman untuk dikonsumsi, lanjut Kustantinah.Tetapi bila kadar nipagin melebihi batas ketetapan aman untuk di konsumsi yaitu 250 mgper kilogram untuk mie instan dan 1.000 mg nipagin per kilogram dalam makanan lainkecuali daging, ikan dan unggas, akan berbahaya bagi tubuh yang bisa mengakibatkan muntah-muntah dan sangat berisiko terkena penyakit kanker.
      Menurut Kustantinah, Indonesia yang merupakan anggota Codex Alimentarius Commision,produk Indomie sudah mengacu kepada persyaratan Internasional tentang regulasi mutu,gizi dan kemanan produk pangan. Sedangkan Taiwan bukan merupakan anggota Codec.Produk Indomie yang dipasarkan diTaiwan seharusnya untuk dikonsumsi di Indonesia.
     
Solusi :
Dari kasus indomie di Taiwan dapat dilihat sebagai contoh kasus dalam etika bisnis. Dimana terjadi kasus yang merugikan pihak perindustrian Taiwan yang produknya kalah bersaing dengan produk dari negara lain, salah satunya adalah Indomie yang berasal dari Indonesia. Taiwan berusaha menghentikan pergerakan produk Indomie di Taiwan, tetapi dengan cara yang berdampak buruk bagi perdagangan Global.

http://marmartiin29.blogspot.com/2017/05/etika-bisnis-2.html?m=1






Minggu, 30 September 2018

Manajemen Pemasaran Global


1.        Tugas Manajemen Pemasaran Global

Dari Pakaian sampai Kerajinan, Produk Industri Lokal Unggul di Pasar Global

            Kementerian Perindustrian semakin gencar meningkatkan produktivitas dan daya saing industri nasional agar terus menghasilkan produk-produk yang memiliki keunggulan komparatif.Selain didukung dengan sumber daya alam yang melimpah, potensi tersebut bisa tercapai karena juga adanya kebijakan pro bisnis dari pemerintah.

    “Ditengah ketatnya persaingan global, beberapa produk Indonesia mampu kompetitif dan memberikan kontribusi signifikan terhadap perdagangan dunia.Tentunya ini dapat membawa dampak positif bagi pertumbukan ekonomi nasional dan kesejahteraan masyarakat,” kata Mentri Perindustrian Airlangga Hartarto pada pembukaan pameran produk unggulan Indonesia di Jakarta, Senin (14/8)

Keunggulan Indonesia yang telah dicapai, antara lain sebagai eksportir pakaian jadi terbesar ke-14 di dunia dan ke-3 di ASEAN dengan nilai ekspor mencapai USD7,1 miliar pada tahun 2016. Kemudian, untuk produk alas kaki,Indonesia berada pada peringkat ke-6 di dunia dengan market share sebesar 3,6 persen dan nilai ekspor mencapai USD4,5 miliar.

Perhiasan juga menjadi salah satu andalan ekspor Indonesia karena mampu memberikan kontribusi senilai USD4,1 miliar terhadap devisa negara. Bahkan, nilai ekspor untuk produk kerajinan mencapai USD173 juta,” ungkap Menperin.
Menurut Airlangga, kinerja gemilang sektor manufaktur di dalam negeri didukung oleh beragam program strategis yang telah dijalankan oleh Kemenperin seperti peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pengembangaan kualitas produk, standardisasi, serta fasilitasi mesin dan peralatan produksi.

“Untuk mencapai kapasitas produksi, kami melakukan restrurisasi serta pemberian mesin dan peralatan kepada para pelaku usaha,” ujarnya. Selai itu, kemenperin juga mendorong agar industry dapat memanfaatkan berbagai fasilitas pembiayaan untuk memperkuat struktur modalnya.

“Yang tidak kalah penting adalahpeningkatan akses pasar,di mana kami telah memiliki program e-Smart IKM serta memfasilitasi program promosi dan pameran,” sebut Airlangga. Contohnya pada pergelaran pameran yang bekerja sama antara Kemenperin dengan Yayasan Perempuan Untuk Negeri (PUN), Kementerian Luar Negeri dan Bhayangkari.
“Kami memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan kegiatan ini, terlebih lagi karena mengusung temaExploration of The Indonesian Cultureyang bertujuan untuk mempromosikan berbagai produk unggulan industri nasional yang telah mengangkat budaya Indonesia,” paparnya. Pameran ini dihadiri Ibu Hj. Mufidah Jusuf Kallaserta para duta besar negara sahabat.
Pelestari budaya
Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Gati Wibawaningsih menjelaskan, sasaran pameran ini juga untuk memfasilitasi pelaku IKM lokal agar berani tampil sehingga semakin dikenal oleh masyarakat luas. Apalagi, industri berbasis budaya sangat erat kaitannya dengan IKM.
Proses produksi secara handmade dan penggunaan bahan baku dari alam merupakan salah satu wujud pelestarian budaya yang telah dilakukan nyata oleh para pelaku IKM,” tuturnya. Selama ini, sektor IKM dinilaiberperan penting sebagai penggerak perekonomian regional dan nasional yang lebih tahan terhadap guncangan perekonomian global.
Ditengah melemahnya kondisi perekonomian dunia, IKM cenderung mampu bertahan dan berdaya saing,” imbuh Gati. Hingga saat ini, jumlah IKM mencapai 4,4juta unit usaha dengan total penyerapan tenaga kerja sebanyak 10,1 juta orang,sehingga menjadi kekuatan bagi sektor mayoritas ini untuk terus memberikan kontribusi kepada negara dalam mewujudkan kemandirian ekonomi.
Sementara itu, Ketua Punyantie Isfandiary Airlangga menyampaikan, kebudayaan telah menjadi inspirasi bagi industri dalam negeri untuk meciptakan berbagai produk berbasis kearifan lokal. Sehingga produk-produk tersebut menjadi bernilai ekonomi tinggi sekaligus menunjukkan identitas bangsa.
Produk industri berbasis budaya dan kearifan lokal antara lain batik, tenun tradisional,kerajinan, anyaman, kulit dan produk kulit serta perhiasan yang memanfaatkan bahan baku dari alam Indonesia,” ungkapnya.
Pameran Produk Unggulan yang digelar pada tanggal 14-16 Agustus 2017 di Plasa KementerianPerindustrian ini, diikuti sebanyak 49 peserta yang terdiri dari pelaku IKM fesyen, kerajinan, perhiasan, produk kulit, kosmetik, kopi dan produk olahan lainnya.

2.        Latihan Manajemen Pemasaran Global
a.       Jelaskan pengertian Manajemen Pemasaran Global
      Manajemen adalah proses mengelola dimana di dalamnya terdapat kegiatan merencanakan, mengatur, mengawasi, dan mengevaluasi.
      Manajemen pemasaran global adalah kegiatan perncanaan, pengelolaan, pengaturan, pengawasan, dan pengevaluasian terhadap komponen-komponen pemasaran suatu organisasi perusahaan yang melibatkan fungsi dan cakupan yang lebih luas lagi yaitu merambah dalam lingkup dunia. Proses ini berfokus pasa sumber daya manusia, uang, alam, dan asset-asset.

Prinsip pemasaran global yaitu:
a.       costumer value
b.      value equation
c.       ompetitive (keunggulan diferensial)
Alasan suatu perusahaan melakukan global marketing adalah untuk mengejar pertumbuhan dan juga keuntungan yang lebih besar lagi, serta memperbanyak cabang produksi sehingga dapat melakukan portofolio dalam penanaman dan penambahan modal.


b.        Studi Kasus dan Solusi Manajemen Pemasaran Global
1.       RINGKASAN KASUS
Danone : Marketing The Glacier In The US
Sebagai penggerak dan juga sebagai pendiri dari France Grup Danone (Danone) yaitu Franck Riboud memiliki kemampuan besar untuk sukses. Danone merupakan perusahaan dimana ia menjadi pemimpin dan direktur sejak tahun 1996. Dengan mendapatkan 27% dari penjualan global yang ada, produk air yang bernama Danone yang dipimpin oleh merek Evian adalah nomor dua di seluruh dunia dalam penjualan air kemasan.
Terlepas dari kesuksesan yang diperoleh Danone dan fokusnya di bidang penjualan air di Amerika, Danone juga memiliki banyak kegagalan. Di akhir tahun 2001, Pepsi’s Aquafina dan Coke Dasani menyusul Danone dalam penjualan air di Amerika sebagai pemain kedua dan ketiga dibelakang Nestle Perrier dan Poland Spring Air.
Coca-Cola bekerja sama dengan Danone bahwa diumumkan tahun 2002 Coca Cola telah mengambil alih manajemen merk Evian di Amerika Utara. Menurut analisis J.P Morgan, Coca-Cola akan mendapatkan master hak distribusi Evian dan akan meng-handle semua proses promosi, pemasaran ke konsumen, penjualan di toko-toko, penjualan botol. Danone akan tetap menangani sumber pengontrolan distribusi produk tersebut dan strategi pemasaran produk tersebut.
Perjanjian utama kedua Danone terjadi pada Juni 2002, yaitu ketika Danone dan Coca-Cola mengumumkan Joint Venture perusahaan mereka untuk produksi, pemasaran dan distribusi Danone lokal maupun regional seperti penjualan bottle spring dan sumber air di Amerika. Ketentuan perjanjian yang kompleks adalah sebagai berikut :
Ø  Danone memberikan kontribusi aset  botol ritel dan bisnis sumber air di Amerika termasuk 5 fasilitas untuk memproduksi, lisensi untuk penggunaan Danone dan merek sparkletts serta kepemilikan beberapa nilai merek
Ø  Coca-Cola membayar kepada Danone tunai sebesar 128 Juta Dollar dengan bunga kepemilikan 51 % dan akan memberikan saluran pemasaran dan pengelolaan merk. Perjanjian tersebut  berisi perjanjian keuntungan dari Coca-Cola seperti volume penjualan yg selalu bertambah di pasar yang digunakan untuk me-maintain pasar saham untuk mendapatkan keuntungan.

Danone’s Bottled Water Business
Pada tahun 2001, Divisi air Danone menjadi yang no. 1 di pasar air dunia yang berasal dari volume penjualan yang mencapai 12,5 % di pasar internasional. Dari pendapatan didapat kira-kira 27% dari total pendapatan 3,4 Milliar Dollar pada tahun 2001. Posisi kepimimpinan Danone yang telah dicapai selama ini menggunakan two-tier strategy : Pertama Danone memperluas merk mereka sampai ke pasar internasional dengan menggunakan akuisisi dari top regional dan merk lokal. Kedua dengan cara Danone melaporkan hasil keuangan perusahaan mereka dengan menggunakan klasifikasi broad segment dari Prancis, negara bagian eropa lainnya.

Evian : Danone’s Glacier Brand
Evian merupakan merk no 2 di dunia dengan volume penjualan lebih dari 120 negara di dunia. Evian membedakan dirinya sebagai air murni, air mata air alami, botol pada satu sumber. Evian memiliki trademark yaitu Untouched by man. Perfect by nature.Evian merupakan air mineral yang sangat terkenal di Prancis dan di Eropa. Produsen mengatakan bahwa air Evian berasal dari pegunungan Alpen, karena kemurnian serta kualitas aiar yang baik maka Evian menjualm produknya dengan harga yang mahal (premium price).

The U.S Bottled Water Market
Pada pasar Amerika Serikat pada tahun 1980an air mineral mulai menjadi pilihan orang karena alasan kesehatan. Pada tahun 1990 terjadi kenaikan pembelian air mineral gallon oleh masyarakat di US. Munculnya berbagai isu bahwa mengkonsumsi air mineral jauh lebih sehat, maka membuat para produsen ingin memasuki dunia ini. Air mineral yang dipasarkan di US harus seuai dengan definisi dari The Food And Drug, sehingga masyarakat US dapat percaya akan kualitas air mineral tersebut dan tertarik untuk membelinya.

2.      LATAR BELAKANG MASALAH

Pasar Amerika yang begitu menarik untuk dimasuki karena dilihat dari beberapa faktor yaitu masyarakat Amerika yang semakin peduli terhadap kesehatannya, membuta Danone ikut tertarik untuk mencoba memasuki pasar Amerika lewat evian. Sayangnya, di Amerika sendiri sudah banyak perusahaan lainnya yang juga memproduksi air mineral. Para perusahaan tersebut adalah perusahaan lokal yang cukup mendominasi penjualan produk air mineralnya di Amerika.
Pesaing utama dari Evian dalam pasar Amerika, antar lain adalah:
·         Perrier and Polland Springs (Nestle): Merek keluaran Nestle ini sudah ada sejak tahun 1863 dan merupakan salah satu merek yang paling terkenal di US.
·         Aquafina (PepsiCo): Pepsi merupakan salah satu competitor dari Danone dengan produk yang sama. Aquafina terkenal dengan kemurnian airnya dan rasanya.
·         Dasani (Coca-Cola): Dasani merupakan air mineral yang di produksi oleh Coca-Cola dan Dasani menggunakan sumber air lokal sebagai bahan dasar air mineralnya.
Banyaknya pesaing yang seakan-akan telah didominasi oleh pemain lokal, membuat Danone dengan Eviannya sulit untuk mendapatkan market share sesuai dengan yang mereka harapkan. Terlebih lagi Danone merupakan salah satu perusahaan Prancis. Pada kenyataannya pasar di Eropa dan di Amerika sangat berbeda dan Danone terlihat belum siap sepenuhnya dalam memasuki pasar. Salah satu contohnya, masyarakat Amerika menyukai produk lokal yang diproduksi oleh perusahaan local.
Hal tersebut membuat sales Evian di Amerika sangat kecil hanya 11% dibandingkan Negara lain. Selain itu, Evian hanya menjadi merek no.4 di Amerika, sedangkan di Negara lainnya Evian menjadi merek no.1. Meskipun Danone sudah berusaha meningkatkan salesnya dengan melakukan joint venture dengan Coca-Cola, sales serta nama baik Evian masih sangat lemah di pasar Amerika. Keadaan seperti ini yang membuat Danone harus membuat strategi serta keputusan yang tepat dalam menghadapi keadaan pasar. Melihat kenyataan yang ada di pasar Amerika, Danone harus dengan segera mungkin membuat keputusan yang terbaik untuk Evian.

3.      SOLUSI

            Danone lebih baik melebarkan pangsa pasarnya ke Negara lain dengan mengikuti harga pangsa pasar suatu Negara  Evian lebih baik melebarkan pangsa pasarnya ke negara lain. merangkul kalangan niche dengan kampanye iklan yang komprehensif.