Gunadarma University

Gunadarma University
Gunadarma University

Minggu, 30 September 2018

Manajemen Pemasaran Global


1.        Tugas Manajemen Pemasaran Global

Dari Pakaian sampai Kerajinan, Produk Industri Lokal Unggul di Pasar Global

            Kementerian Perindustrian semakin gencar meningkatkan produktivitas dan daya saing industri nasional agar terus menghasilkan produk-produk yang memiliki keunggulan komparatif.Selain didukung dengan sumber daya alam yang melimpah, potensi tersebut bisa tercapai karena juga adanya kebijakan pro bisnis dari pemerintah.

    “Ditengah ketatnya persaingan global, beberapa produk Indonesia mampu kompetitif dan memberikan kontribusi signifikan terhadap perdagangan dunia.Tentunya ini dapat membawa dampak positif bagi pertumbukan ekonomi nasional dan kesejahteraan masyarakat,” kata Mentri Perindustrian Airlangga Hartarto pada pembukaan pameran produk unggulan Indonesia di Jakarta, Senin (14/8)

Keunggulan Indonesia yang telah dicapai, antara lain sebagai eksportir pakaian jadi terbesar ke-14 di dunia dan ke-3 di ASEAN dengan nilai ekspor mencapai USD7,1 miliar pada tahun 2016. Kemudian, untuk produk alas kaki,Indonesia berada pada peringkat ke-6 di dunia dengan market share sebesar 3,6 persen dan nilai ekspor mencapai USD4,5 miliar.

Perhiasan juga menjadi salah satu andalan ekspor Indonesia karena mampu memberikan kontribusi senilai USD4,1 miliar terhadap devisa negara. Bahkan, nilai ekspor untuk produk kerajinan mencapai USD173 juta,” ungkap Menperin.
Menurut Airlangga, kinerja gemilang sektor manufaktur di dalam negeri didukung oleh beragam program strategis yang telah dijalankan oleh Kemenperin seperti peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pengembangaan kualitas produk, standardisasi, serta fasilitasi mesin dan peralatan produksi.

“Untuk mencapai kapasitas produksi, kami melakukan restrurisasi serta pemberian mesin dan peralatan kepada para pelaku usaha,” ujarnya. Selai itu, kemenperin juga mendorong agar industry dapat memanfaatkan berbagai fasilitas pembiayaan untuk memperkuat struktur modalnya.

“Yang tidak kalah penting adalahpeningkatan akses pasar,di mana kami telah memiliki program e-Smart IKM serta memfasilitasi program promosi dan pameran,” sebut Airlangga. Contohnya pada pergelaran pameran yang bekerja sama antara Kemenperin dengan Yayasan Perempuan Untuk Negeri (PUN), Kementerian Luar Negeri dan Bhayangkari.
“Kami memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan kegiatan ini, terlebih lagi karena mengusung temaExploration of The Indonesian Cultureyang bertujuan untuk mempromosikan berbagai produk unggulan industri nasional yang telah mengangkat budaya Indonesia,” paparnya. Pameran ini dihadiri Ibu Hj. Mufidah Jusuf Kallaserta para duta besar negara sahabat.
Pelestari budaya
Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Gati Wibawaningsih menjelaskan, sasaran pameran ini juga untuk memfasilitasi pelaku IKM lokal agar berani tampil sehingga semakin dikenal oleh masyarakat luas. Apalagi, industri berbasis budaya sangat erat kaitannya dengan IKM.
Proses produksi secara handmade dan penggunaan bahan baku dari alam merupakan salah satu wujud pelestarian budaya yang telah dilakukan nyata oleh para pelaku IKM,” tuturnya. Selama ini, sektor IKM dinilaiberperan penting sebagai penggerak perekonomian regional dan nasional yang lebih tahan terhadap guncangan perekonomian global.
Ditengah melemahnya kondisi perekonomian dunia, IKM cenderung mampu bertahan dan berdaya saing,” imbuh Gati. Hingga saat ini, jumlah IKM mencapai 4,4juta unit usaha dengan total penyerapan tenaga kerja sebanyak 10,1 juta orang,sehingga menjadi kekuatan bagi sektor mayoritas ini untuk terus memberikan kontribusi kepada negara dalam mewujudkan kemandirian ekonomi.
Sementara itu, Ketua Punyantie Isfandiary Airlangga menyampaikan, kebudayaan telah menjadi inspirasi bagi industri dalam negeri untuk meciptakan berbagai produk berbasis kearifan lokal. Sehingga produk-produk tersebut menjadi bernilai ekonomi tinggi sekaligus menunjukkan identitas bangsa.
Produk industri berbasis budaya dan kearifan lokal antara lain batik, tenun tradisional,kerajinan, anyaman, kulit dan produk kulit serta perhiasan yang memanfaatkan bahan baku dari alam Indonesia,” ungkapnya.
Pameran Produk Unggulan yang digelar pada tanggal 14-16 Agustus 2017 di Plasa KementerianPerindustrian ini, diikuti sebanyak 49 peserta yang terdiri dari pelaku IKM fesyen, kerajinan, perhiasan, produk kulit, kosmetik, kopi dan produk olahan lainnya.

2.        Latihan Manajemen Pemasaran Global
a.       Jelaskan pengertian Manajemen Pemasaran Global
      Manajemen adalah proses mengelola dimana di dalamnya terdapat kegiatan merencanakan, mengatur, mengawasi, dan mengevaluasi.
      Manajemen pemasaran global adalah kegiatan perncanaan, pengelolaan, pengaturan, pengawasan, dan pengevaluasian terhadap komponen-komponen pemasaran suatu organisasi perusahaan yang melibatkan fungsi dan cakupan yang lebih luas lagi yaitu merambah dalam lingkup dunia. Proses ini berfokus pasa sumber daya manusia, uang, alam, dan asset-asset.

Prinsip pemasaran global yaitu:
a.       costumer value
b.      value equation
c.       ompetitive (keunggulan diferensial)
Alasan suatu perusahaan melakukan global marketing adalah untuk mengejar pertumbuhan dan juga keuntungan yang lebih besar lagi, serta memperbanyak cabang produksi sehingga dapat melakukan portofolio dalam penanaman dan penambahan modal.


b.        Studi Kasus dan Solusi Manajemen Pemasaran Global
1.       RINGKASAN KASUS
Danone : Marketing The Glacier In The US
Sebagai penggerak dan juga sebagai pendiri dari France Grup Danone (Danone) yaitu Franck Riboud memiliki kemampuan besar untuk sukses. Danone merupakan perusahaan dimana ia menjadi pemimpin dan direktur sejak tahun 1996. Dengan mendapatkan 27% dari penjualan global yang ada, produk air yang bernama Danone yang dipimpin oleh merek Evian adalah nomor dua di seluruh dunia dalam penjualan air kemasan.
Terlepas dari kesuksesan yang diperoleh Danone dan fokusnya di bidang penjualan air di Amerika, Danone juga memiliki banyak kegagalan. Di akhir tahun 2001, Pepsi’s Aquafina dan Coke Dasani menyusul Danone dalam penjualan air di Amerika sebagai pemain kedua dan ketiga dibelakang Nestle Perrier dan Poland Spring Air.
Coca-Cola bekerja sama dengan Danone bahwa diumumkan tahun 2002 Coca Cola telah mengambil alih manajemen merk Evian di Amerika Utara. Menurut analisis J.P Morgan, Coca-Cola akan mendapatkan master hak distribusi Evian dan akan meng-handle semua proses promosi, pemasaran ke konsumen, penjualan di toko-toko, penjualan botol. Danone akan tetap menangani sumber pengontrolan distribusi produk tersebut dan strategi pemasaran produk tersebut.
Perjanjian utama kedua Danone terjadi pada Juni 2002, yaitu ketika Danone dan Coca-Cola mengumumkan Joint Venture perusahaan mereka untuk produksi, pemasaran dan distribusi Danone lokal maupun regional seperti penjualan bottle spring dan sumber air di Amerika. Ketentuan perjanjian yang kompleks adalah sebagai berikut :
Ø  Danone memberikan kontribusi aset  botol ritel dan bisnis sumber air di Amerika termasuk 5 fasilitas untuk memproduksi, lisensi untuk penggunaan Danone dan merek sparkletts serta kepemilikan beberapa nilai merek
Ø  Coca-Cola membayar kepada Danone tunai sebesar 128 Juta Dollar dengan bunga kepemilikan 51 % dan akan memberikan saluran pemasaran dan pengelolaan merk. Perjanjian tersebut  berisi perjanjian keuntungan dari Coca-Cola seperti volume penjualan yg selalu bertambah di pasar yang digunakan untuk me-maintain pasar saham untuk mendapatkan keuntungan.

Danone’s Bottled Water Business
Pada tahun 2001, Divisi air Danone menjadi yang no. 1 di pasar air dunia yang berasal dari volume penjualan yang mencapai 12,5 % di pasar internasional. Dari pendapatan didapat kira-kira 27% dari total pendapatan 3,4 Milliar Dollar pada tahun 2001. Posisi kepimimpinan Danone yang telah dicapai selama ini menggunakan two-tier strategy : Pertama Danone memperluas merk mereka sampai ke pasar internasional dengan menggunakan akuisisi dari top regional dan merk lokal. Kedua dengan cara Danone melaporkan hasil keuangan perusahaan mereka dengan menggunakan klasifikasi broad segment dari Prancis, negara bagian eropa lainnya.

Evian : Danone’s Glacier Brand
Evian merupakan merk no 2 di dunia dengan volume penjualan lebih dari 120 negara di dunia. Evian membedakan dirinya sebagai air murni, air mata air alami, botol pada satu sumber. Evian memiliki trademark yaitu Untouched by man. Perfect by nature.Evian merupakan air mineral yang sangat terkenal di Prancis dan di Eropa. Produsen mengatakan bahwa air Evian berasal dari pegunungan Alpen, karena kemurnian serta kualitas aiar yang baik maka Evian menjualm produknya dengan harga yang mahal (premium price).

The U.S Bottled Water Market
Pada pasar Amerika Serikat pada tahun 1980an air mineral mulai menjadi pilihan orang karena alasan kesehatan. Pada tahun 1990 terjadi kenaikan pembelian air mineral gallon oleh masyarakat di US. Munculnya berbagai isu bahwa mengkonsumsi air mineral jauh lebih sehat, maka membuat para produsen ingin memasuki dunia ini. Air mineral yang dipasarkan di US harus seuai dengan definisi dari The Food And Drug, sehingga masyarakat US dapat percaya akan kualitas air mineral tersebut dan tertarik untuk membelinya.

2.      LATAR BELAKANG MASALAH

Pasar Amerika yang begitu menarik untuk dimasuki karena dilihat dari beberapa faktor yaitu masyarakat Amerika yang semakin peduli terhadap kesehatannya, membuta Danone ikut tertarik untuk mencoba memasuki pasar Amerika lewat evian. Sayangnya, di Amerika sendiri sudah banyak perusahaan lainnya yang juga memproduksi air mineral. Para perusahaan tersebut adalah perusahaan lokal yang cukup mendominasi penjualan produk air mineralnya di Amerika.
Pesaing utama dari Evian dalam pasar Amerika, antar lain adalah:
·         Perrier and Polland Springs (Nestle): Merek keluaran Nestle ini sudah ada sejak tahun 1863 dan merupakan salah satu merek yang paling terkenal di US.
·         Aquafina (PepsiCo): Pepsi merupakan salah satu competitor dari Danone dengan produk yang sama. Aquafina terkenal dengan kemurnian airnya dan rasanya.
·         Dasani (Coca-Cola): Dasani merupakan air mineral yang di produksi oleh Coca-Cola dan Dasani menggunakan sumber air lokal sebagai bahan dasar air mineralnya.
Banyaknya pesaing yang seakan-akan telah didominasi oleh pemain lokal, membuat Danone dengan Eviannya sulit untuk mendapatkan market share sesuai dengan yang mereka harapkan. Terlebih lagi Danone merupakan salah satu perusahaan Prancis. Pada kenyataannya pasar di Eropa dan di Amerika sangat berbeda dan Danone terlihat belum siap sepenuhnya dalam memasuki pasar. Salah satu contohnya, masyarakat Amerika menyukai produk lokal yang diproduksi oleh perusahaan local.
Hal tersebut membuat sales Evian di Amerika sangat kecil hanya 11% dibandingkan Negara lain. Selain itu, Evian hanya menjadi merek no.4 di Amerika, sedangkan di Negara lainnya Evian menjadi merek no.1. Meskipun Danone sudah berusaha meningkatkan salesnya dengan melakukan joint venture dengan Coca-Cola, sales serta nama baik Evian masih sangat lemah di pasar Amerika. Keadaan seperti ini yang membuat Danone harus membuat strategi serta keputusan yang tepat dalam menghadapi keadaan pasar. Melihat kenyataan yang ada di pasar Amerika, Danone harus dengan segera mungkin membuat keputusan yang terbaik untuk Evian.

3.      SOLUSI

            Danone lebih baik melebarkan pangsa pasarnya ke Negara lain dengan mengikuti harga pangsa pasar suatu Negara  Evian lebih baik melebarkan pangsa pasarnya ke negara lain. merangkul kalangan niche dengan kampanye iklan yang komprehensif.